Referensi pihak ketiga: www.pixabay.com
Hidup ini adalah proses menuju perubahan satu ke perubahan lain. Dalam hidup ada hal-hal yang tidak perlu dirubah, ia akan berubah dengan sendirinya sesuai sunnatullah. Contohnya yaitu umur dan fisik kita. Kita tidak bisa mencegah umur berubah, karena waktu terus berputar. Sunnatullahnya umur akan bertambah seiring perputaran waktu. Kita juga tidak bisa mencegah perubahan fisik kita dari bayi tumbuh menjadi anak-anak, remaja, manusia dewasa hingga tua. Ia akan berubah sesuai dengan sunnatullah yang sudah ditetapkan. Disamping itu ada pula hal-hal yang tidak akan berubah dalam hidup ini jika kita tidak berupaya untuk merubahnya. Jadi, untuk hal-hal ini diperlukan ikhtiar, usaha dan kesungguhan kita untuk merubahnya. Adapun hal-hal yang termasuk kategori ini diantaranya yaitu kebiasaan dan rezeki.
Tuhan menciptakan kehidupan ini sangat dinamis. Sehingga perubahan demi perubahan adalah sebuah keniscayaan di dalamnya. Hidup ini pasti berubah dan kita butuh perubahan. Perubahan ke arah yang lebih baik adalah sesuatu yang wajib kita upayakan.
Bicara tentang perubahan, kita butuh energi untuk menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki menuju perubahan ke perubahan lain yang diinginkan. Cinta adalah salah satu energi yang bisa menggerakkan kita menuju perubahan tersebut. Ada banyak hal yang akan berubah menjadi baik dengan cinta. Ketika cinta tumbuh di hati, maka ia akan menyingkirkan rasa benci dari sana. Cinta membuat yang jauh mendekat, yang berat terasa ringan, yang sulit menjadi mudah. Kita butuh cinta untuk mengumpulkan energi dan semangat perubahan dalam diri kita.
Lalu pertanyaanya adalah bagaimana cara melahirkan cinta? Berdasarkan materi ceramah yang disampaikan Ust Hendri pada acara wirid gabungan majelis taklim Desa Baturijal Barat (05/01/2018), ada tiga kunci utama yang dibutuhkan untuk melahirkan cinta, yaitu:
1. Ingat
Ketika Anda sedang jatuh cinta pada seseorang, apa yang Anda rasakan? Salah satu yang paling menonjol pastilah Anda akan selalu mengingatnya bukan? Demikian juga jika kita ingin menumbuhkan rasa cinta dalam hati. Misalnya rasa cinta pada Allah, maka kuncinya adalah dengan banyak-banyak mengingat-Nya. Dalam islam kita mengenalnya dengan istilah dzikir. Semakin banyak mengingat Allah, maka rasa cinta itu akan tumbuh semakin kokoh dalam hati.
2. Semangat
Setelah rasa cinta lahir dengan mengingat, maka ia perlu dijaga dengan semangat. Rasa cinta yang telah tumbuh dalam hati bisa saja hilang, ketika kita kehilangan semangat. Peliharalah cinta pada Allah dengan bersemangat mengerjakan amal ibadah dan kebaikan-kebaikan yang disyariatkan-Nya. Peliharalah cinta pada pekerjaan dengan bersemangat mengerjakan berbagai tugas yang diamanahkan pada pekerjaan tersebut. Peliharalah cinta pada keluarga dengan bersemangat membahagiakan dan menciptakan senyum di wajah mereka.
3. Taat
Taat bisa juga diartikan sebagai bentuk kepatuhan. Ketika cinta sudah dilahirkan dengat banyak mengingat dan dirawat dengan semangat, maka ia perlu dikunci dengan taat. Ketaatan yang tulus akan mengunci cinta agar tetap berada dalam hati sehingga mampu terus melahirkan energi sebagai bahan bakar bagi kita untuk melahirkan perubahan-perubahan baik dalam hidup.
Begitulah cinta yang mampu menguatkan iman dalam dada, yang mampu melahirkan keberaniaan dalam jiwa, dan juga mampu melahirkan kekuatan dalam raga. Cinta bukan sekedar kata-kata penuh bunga. Cinta tidak cukup dengan pengakuan di lisan belaka. Akan tetapi cinta membutuhkan pembuktian melalui perbuatan raga secara nyata.
Sumber Referensi:
  1. Catatan materi ceramah agama wirid gabungan majlis taklim desa Baturijal Barat tanggal 05 Januari 2018 yang disampaikan oleh Ust. Hendri