Breaking

Monday, 2 April 2018

Bulutangkis Selalu Menunjukkan Prestasi, Kapan Giliran Cabang Sepakbola?

 Bulutangkis Selalu Menunjukkan Prestasi, Kapan Giliran Cabang Sepakbola?

Seperti yang diketahui, sepakbola dan bulutangkis merupakan dua olahraga paling populer bagi masyarakat Indonesia. Animo penonton saat kedua pertandingan olahraga ini sudah tidak diragukan lagi. Namun, yang membedakan saat ini adalah prestasi yang ditorehkan oleh kedua olahraga ini. Sejak dulu, bulutangkis selalu membawa nama Indonesia harum di kancah olahraga dunia. Berbeda sekali dengan sepakbola yang semakin ke sini justru tidak ada peningkatan sama sekali, apalagi sudah dihukum oleh FIFA selama setahun pada tahun 2015.
Sumber: http://www.theshillongtimes.com/wp-content/uploads/2018/03/Birmingham-MAn.jpg
Pembinaan yang dilakukan oleh federasi masing-masing olahraga ini sebenarnya sama, yakni membina para pemain muda untuk menemukan atlet-atlet yang diharapkan mampu membawa prestasi Indonesia lebih baik lagi. Bulutangkis sendrii seakan-akan tidak pernah kehabisan para talenta muda hingga saat ini, begitu juga dengan sepakbola. Akan tetapi, bulutangkis justru lebih sering mencetak prestasi gemilang ketimbang sepakbola. Bukan berarti sepakbola tidak mempunyai prestasi, hanya saja di tingkat junior mereka sering mencatatkan prestasi yang tak kalah hebatnya, seperti belum lama ini Timnas U-16 berhasil juara di turnamen Jenesys yang digelar di Jepang, dan hebatnya lagi mampu mengalahkan tuan rumah, Jepang U-16, di babak semifinal.
Sumber: https://img.okezone.com/content/2018/03/12/51/1871456/timnas-indonesia-u-16-juara-jenesys-cup-di-jepang-5vyahfgUoN.jpg
Sayangnya, para pemain muda ini justru melempem ketika sudah beranjak dewasa. Banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi permainannya ketika saat dewasa tiba-tiba melempem saat tampil di lapangan. Sebaliknya hanya beberapa pemain saja yang mampu konsisten saat dewasa, seperti dua mantan pemain timnas U-19, Evan Dimas dan Ilham Udin Armayn, yang sukses memikat klub Malaysia, Selangor, untuk mendatangkan mereka ke sana karena permainannya yang semakin memukau.
Sumber: https://static.breakingnews.co.id/49776/conversions/maxres.jpg
Hal inilah yang berpengaruh sekali terhadap penampilan timnas senior Indonesia. Tak hanya itu, peringkat timnas Indonesia sendiri hanya berada di peringkat 162 FIFA hingga saat ini. Beberapa kali ke final, timnas senior Indonesia beberapa kali harus menelan kekalahan di babak final sehingga timnas Indonesia seringkali meraih posisi runner-up, terutama ajang Piala AFF.
Sumber: http://cdn2.tstatic.net/tribunnews/foto/images/preview/marcus-fernaldi-gideon-dan-kevin-sanjaya-sukamuljo-juara-all-eng_20180321_104818.jpg
Sedangkan pada bulutangkis sendiri, awal tahun ini merupakan tahun kebangkitan bulutangkis Indonesia. Pasalnya, sudah 7 gelar dalam ajang BWF World Tour dan jumlah tersebut menyamai jumlah gelar para pebulutangkis Jepang pada ajang yang sama. Pencapaian ini membuat seluruh penggemar bulutangkis bangga akan prestasi yang mereka dapatkan, terlebih bulutangkis Tiongkok sedang mengalami penurunan drastis. Belum lagi dengan tradisi emas Olimpiade yang selalu didapatkan lewat cabang bulutangkis.
Sumber: https://assets-a1.bolasport.com/assets/new_uploaded/images/medium_4088c4f8ed478c52750b2ea48c0f1538.jpg
Para pebulutangkis Indonesia kini sedang sibuk mempersiapkan diri untuk ajang Piala Thomas & Uber Cup yang akan digelar di Thailand tahun ini. Tentu, raihan target juara terhadap tim Thomas serta lolos ke babak berikutnya atau mampu membuat kejutan terhadap tim Uber. Terakhir kali, tim Thomas Indonesia juara pada tahun 2002 lalu, dimana pada saat itu masih ada Hendrawan, Taufik Hidayat, dan lain-lain. Para pemain muda bulutangkis ini dibina sangat baik agar bisa mengikuti jejak para seniornya yang sudah berhasil juara di berbagai turnamen BWF. Dengan mengikuti jejak bulutangkis yang selalu berprestasi, sebaiknya PSSI bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh PBSI untuk menemukan para pemain potensial dan dibina sebaik mungkin agar kelak pemain ini bisa bersaing dengan para pemain hebat lainnya yang tak hanya di lokal saja, melainkan mancanegara. Bukan tak mungkin jika dilakukan secara sungguh-sungguh, timnas sepakbola Indonesia bisa meraih berbagai gelar ke depannya.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact